Just be yourself

Jadilah dirimu sendiri, sebaik-baiknya DIRIMU!!

Selasa, 28 Februari 2012

Sebuah Tanya

“akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”

(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”

(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)
“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?”

(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)

“manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru”

Selasa, 1 April 1969
-Soe Hok Gie-

3 komentar:

  1. baca puisi ini..
    jdi ingat nonton bareng film GIE pas BSLT,. ^^
    tapi sayangnya saya tidak sempat nonton smpai habis,hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. oia ya.. sy jg ingat waktu itu pas yg nonton bareng ada yg lagi sakit. siapa ya?? hehe^.^

      Hapus
  2. Huaaa ada yang sakit ya kak???

    Hmmm,, siapa ya? Kayaknya aku kenal deh ^_~

    *pura-pura gak merasa.. hehehe

    BalasHapus